Banda Naira,Tanah Rata – Semangat belajar dan antusiasme terpancar dari wajah para ibu di Desa Tanah Rata saat mengikuti pelatihan pembuatan jamu instan yang diselenggarakan oleh mahasiswi KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Cerita Neira Periode II. Kegiatan ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya bertujuan memperkenalkan cara mengolah tanaman herbal menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai potensi besar yang dimiliki bahan-bahan alami di sekitar lingkungan mereka. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak memahami bahwa tanaman herbal yang selama ini mudah ditemukan dan sering dimanfaatkan secara sederhana ternyata dapat diolah menjadi jamu instan yang praktis, tahan lama, serta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan yang menjanjikan.
Berbeda dengan pelatihan yang hanya berisi penyampaian materi, kegiatan ini dirancang secara interaktif sehingga para peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai manfaat, bahan, dan tahapan pembuatan jamu instan, tetapi juga langsung mempraktikkan seluruh proses pembuatannya. Dengan didampingi oleh mahasiswi KKN-PPM UGM, para ibu belajar mulai dari mengenali bahan-bahan herbal yang mudah diperoleh di sekitar desa, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menghasilkan jamu instan yang siap disimpan maupun dikonsumsi. Pendekatan praktik langsung ini membuat para peserta lebih mudah memahami setiap tahapan sekaligus memberikan pengalaman nyata yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.
Selama pelatihan berlangsung, suasana terlihat begitu hidup dan penuh semangat. Para ibu mengikuti setiap proses dengan antusias yang tinggi, aktif bertanya, berdiskusi, serta saling membantu ketika mempraktikkan tahapan demi tahapan pembuatan jamu instan. Mahasiswi KKN-PPM UGM menyampaikan seluruh materi menggunakan bahasa yang sederhana, langkah-langkah yang sistematis, dan metode yang mudah dipahami sehingga peserta dari berbagai latar belakang dapat mengikuti pelatihan tanpa mengalami kesulitan. Kesederhanaan metode penyampaian tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat para peserta merasa percaya diri untuk mencoba kembali membuat jamu instan secara mandiri setelah pelatihan selesai.
Jamu instan yang dipraktikkan dalam pelatihan ini menggunakan berbagai bahan herbal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga peserta tidak perlu bergantung pada bahan yang sulit diperoleh maupun peralatan yang rumit. Selain mudah dibuat, produk jamu instan tersebut juga memiliki daya simpan yang cukup baik, yakni mampu bertahan hingga sekitar satu minggu selama tetap berada dalam kondisi kering. Hal ini menjadi nilai tambah karena memungkinkan jamu diproduksi dalam jumlah lebih banyak untuk disimpan maupun dipasarkan kepada masyarakat. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan kesehatan keluarga, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk yang memiliki nilai jual.
Bagi masyarakat Desa Tanah Rata, pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang memberikan manfaat nyata. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan tanaman herbal menjadi produk yang lebih praktis dan bernilai tambah, para peserta juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha. Potensi pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah menjadi jamu instan diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis potensi desa. Dengan bekal keterampilan yang telah diperoleh, para ibu diharapkan dapat terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai varian jamu instan yang sehat, praktis, dan diminati masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswi KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Cerita Neira Periode II kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan yang aplikatif dan berkelanjutan. Pelatihan pembuatan jamu instan bukan sekadar menjadi agenda selama masa pengabdian, melainkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Diharapkan ilmu yang telah dibagikan dapat terus dikembangkan oleh para ibu di Desa Tanah Rata sehingga kelak lahir produk-produk jamu instan khas desa yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi salah satu identitas unggulan Desa Tanah Rata di masa mendatang.
Berita ini dibuat Oleh Tim Website Tanah Rata