Tanah Rata, Banda Neira – Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan nonton bareng yang berlangsung di Baruga Tanah Rata(12/06/2026) film dokumenter Letusan Gunung Api Banda 9 Mei 1988 yang diselenggarakan oleh Civitas Universitas Banda Neira (UBN). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Maluku Tengah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tengah, Wakil Rektor UBN, civitas akademika UBN serta masyarakat Negeri Administratif Tanah Rata.
Pemutaran film dokumenter ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenang dan memahami kembali salah satu peristiwa penting dalam sejarah Kepulauan Banda. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak melihat dampak letusan Gunung Api Banda yang terjadi pada 9 Mei 1988, sekaligus merefleksikan ketangguhan masyarakat Banda dalam menghadapi berbagai tantangan alam.
Selain sebagai kegiatan edukatif, nobar ini juga menjadi bagian dari promosi Universitas Banda Neira kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang merencanakan jenjang pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas memperkenalkan berbagai program studi dan peluang pendidikan yang tersedia di UBN.
Kepala Pemerintah Negeri Administratif (KPNA) Tanah Rata, Fitra La Djaharia, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para pelajar dan generasi muda yang hadir. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Generasi muda di Tanah Rata harus terus berjuang dan belajar supaya bisa menjadi orang hebat. Mau jadi orang hebat harus sekolah. Kalau mau kuliah, tidak perlu jauh-jauh, bisa di Universitas Banda Neira yang merupakan salah satu universitas terbaik di Banda Neira,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan UBN menjadi peluang besar bagi putra-putri Banda untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah dalam waktu yang lama. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri dan kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, pihak Universitas Banda Neira menyampaikan bahwa kampus hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang siap mendukung kemajuan Kepulauan Banda dan Maluku pada umumnya.
Melalui kegiatan nobar dokumenter ini, UBN berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejarah sekaligus membangun semangat belajar di kalangan generasi muda. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan akan lahir lebih banyak sumber daya manusia unggul yang mampu membawa Banda menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.