You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Negeri Administratif Tanah Rata
Logo Negeri Administratif Tanah Rata
Negeri Administratif Tanah Rata

Kec. Banda, Kab. Maluku Tengah, Provinsi Maluku

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA TANAH RATA (NEGERI ADMINISTRATIF TANAH RATA) KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH PROVINSI MALUKU ----- LAYANAN PEMERINTAH NEGERI SENIN - KAMIS 08.00 - 14.00 WIT, JUMAT 08.00 - 11.30 WIT, SABTU 08.00 - 12.00 WIT. ----- MARI BERSAMA MEMBANGUN NEGERI, KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI, KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI #TANAH RATA MAJU MANDIRI #PESTAR BERSAMA-SAMA KATONG WUJUDKAN TANAH RATA YANG MAJU, MANDIRI DAN MODERN DENGAN MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN POTENSI NEGERI DALAM SUASANA PERSAUDARAAN #Visi Negeri

Festival Kalabembang 2026: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya dan Memperkuat Kebersamaan Masyarakat Banda

Administrator 30 Mei 2026 Dibaca 28 Kali
Festival Kalabembang 2026: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya dan Memperkuat Kebersamaan Masyarakat Banda

Tanah Rata, Banda Neira – Semangat pelestarian budaya lokal kembali bergema di Negeri Administratif Tanah Rata melalui penyelenggaraan Festival Kalabembang (30/05/2026), sebuah kegiatan budaya yang bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.

Festival yang berlangsung di Gedung Baruga Negeri Administratif Tanah Rata ini merupakan bagian dari program Revitalisasi Nilai Budaya dan Seni Tradisional Melalui Lomba Kalabembang, yang didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Maluku melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan.

Kalabembang merupakan permainan tradisional yang telah lama dikenal dan dimainkan oleh masyarakat Tanah Rata. Permainan ini menjadi salah satu warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan masih tetap hidup dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, Kalabembang juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Keunikan permainan ini terletak pada sifatnya yang inklusif, karena dapat dimainkan oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ibu Ariati, penerima manfaat Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026, sebagai bentuk upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan tradisi budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.

Festival secara resmi dibuka oleh Camat Banda, Dra. R.A. Handayani Hassannusi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku yang terus memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat Banda dalam upaya melestarikan budaya daerah.

Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, serta generasi muda sangat penting dalam memastikan warisan budaya tetap lestari dan berkembang sesuai perkembangan zaman.

Turut hadir memberikan sambutan dan penguatan, Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Mezak Wakim, S.Pd., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan kebudayaan melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan.

Beliau juga mengajak komunitas budaya, sanggar seni, kelompok masyarakat, maupun individu di Kepulauan Banda untuk lebih aktif memanfaatkan berbagai program pemerintah dengan mengajukan proposal kegiatan kebudayaan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Banda, Kepala Pemerintah Negeri Administratif Tanah Rata Fitra Ladjaharia, S.P., tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga Negeri Administratif Tanah Rata yang hadir dengan penuh antusiasme.

Selain perlombaan Kalabembang, festival juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang menampilkan kreativitas dan kekayaan tradisi masyarakat setempat. Penonton disuguhkan beragam penampilan menarik, mulai dari Tari Pajoge, diiringi dengan tabuhan gendang dan gong. Pajoge merupakan tarian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Banda, hingga berbagai tarian kreasi yang dibawakan oleh sanggar seni dan para pelajar dari sekolah-sekolah di Negeri Administratif Tanah Rata.

Penampilan para penari muda mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memenuhi lokasi kegiatan. Gerakan yang indah dan penuh semangat menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap seni budaya daerah.

Tidak kalah menarik, festival juga menghadirkan pertunjukan pencak silat yang menampilkan ketangkasan, keberanian, disiplin, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni bela diri tradisional Indonesia. Atraksi tersebut menjadi salah satu penampilan yang paling mendapat perhatian dan apresiasi dari para pengunjung.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Lomba Kalabembang yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti perlombaan dengan antusias, sementara masyarakat yang hadir memberikan dukungan dan sorakan yang menambah semarak suasana festival.

Melalui Festival Kalabembang 2026, masyarakat Negeri Administratif Tanah Rata tidak hanya merayakan sebuah permainan tradisional, tetapi juga merawat identitas budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara kreatif, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, serta menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan persatuan.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga permainan Kalabembang dan berbagai tradisi budaya Banda tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 1.250.046.598,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 1.269.135.126,00
0%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 26.026.528,00
0%

APBN 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 3.227.000,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 673.352.000,00
0%
Alokasi Dana Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 571.526.000,00
0%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 0,00 Rp 1.941.598,00
0%

APBN 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 509.432.273,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 384.027.353,00
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 72.996.500,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 159.165.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Negeri Administratif
Rp 0,00 Rp 143.514.000,00
0%